Jan
26
Ketukan 0 dan 1 adalah ketukan yang kita artikulasikan saat ini sebagai “Laa ilaaha illaa Allah” sebagai “01” alias suatu denyut energetis yang awal mulanya adalah denyutan “10” sebagai artikulasi penyaksian pra eksistensi akan ke-Esa-an Tuhan (Qs 7:172) yang diungkapkan dengan huruf ke-5 dan ke-6 yaitu “HUWA” atau “Dia” dengan nilai numerik Arab 11 atau 0+1+2+3+5=6+5=11 setelah Ruh Dengan Perintah (Ruh ‘Amriina) bersaksi dengan “Ba dan Laam (ungkapan Balaa… dalam Qs 7:172)”, alias dengan Pengetahuan Tuhan dan Tampilan Asma, Sifat, dan Af’al-Nya yang kita lihat dan rasakan sebagai Universe (semesta tunggal yang sesuai dengan akal pikiran dan hati kita) sebagai Laam, dan memahaminya sebagai suatu ikatan silaturahim didalam al-‘Aalamin (alam semesta global yang dicitrakan oleh akal pikiran manusia yang akhirnya kelak berdiri diatas fondasi simbolis, geometris, bilangan dan huruf dan diunifikasikan menjadi fondasi biner atau byte-byte digital)