Intuisi
Intuisi muncul secara tiba-tiba, pengambilan keputusan dari analisa yang tidak didasarkan perhitungan, melainkan peRASAan. Intuisi bisa datang dengan sendirinya, tanpa ada alasan yang kuat guna mendukungnya. Intuisi lebih cenderung tidak berdasarkan fakta, melainkan berdasarkan apa yang dirasakan dari sebuah subyek atau obyek.
Orang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas bisikan ‘hati nurani’ (intuisi) daripada otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi keputusan final umumnya muncul dari perasaan
Manusia terkadang merasa bisikan “hati nurani” (intuisi) sulit untuk didapat atau didengar, karena otak dibuat pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan
Mengandalkan Intuisi semata juga dapat menjebak. Melakukan langkah-langkah tanpa bermain Logika sama saja bunuh diri. Yang diperlukan adalah mensinergikan antara Intuisi dan Logika.
Pada dasarnya Intuisi yang baik lahir dari kepingan-kepingan Logika. Logika didasari oleh pemikiran kemudian menyentuh hati atau perasaan dalam pengambilan keputusan, kemudian yang berperan adalah Intuisi.