..:: Jalan Setapak ::..

perhatikan setiap langkahmu, terjagalah atas peristiwa dihadapanmu, jalan setapak hidupmu kan kau lalui

Dec 29
“Hakikat-hakikat sufistik yang menyingkapkan hubungan manusia dengan Tuhannya pada akhirnya memang seringkali membingungkan kalangan yang awam dan tidak teliti. Kendati seringkali disalahpahami sebagai hulul (penyuntikan) atau inkarnasi dalam ungkapan-ungkapan verbal al-Hallaj (ana al- Haqq, Akulah Kebenaran) maupun Abu Yazid (Subhanii, Mahasuci Aku), maka sebenarnya tidak perlu terjadi kesalahpahaman dari apa yang diungkapkan oleh kedua sufi tersebut. Pengertian hulul atau inkarnasi sendiri jelas-jelas sebenarnya tidak memadai, atau bahkan sebenarnya salah sama sekali, untuk menjelaskan ungkapan-ungkapan dzauqi sufistik dalam tingkatan fana dan baqa. Karena sejatinya, apa yang dimaksud oleh al-Hallaj maupun Abu Yazid memang bukan hulul atau inkarnasi, tetapi suatu pemurnian (purification) dimana akhlak manusia yang fana dan terbaqakan didalam-Nya termurnikan adalah dia yang kembali menyadari kehambaan dirinya dihadapan Allah SWT Yang maha Esa.”