..:: Jalan Setapak ::..

perhatikan setiap langkahmu, terjagalah atas peristiwa dihadapanmu, jalan setapak hidupmu kan kau lalui

Apr 8
Polisi, Militer, dan Sipil hanya rukun di Plat Nomer

Polisi, Militer, dan Sipil hanya rukun di Plat Nomer


Mar 20

Antara Realitas dan Kesadaran

Menurut teori Fisika Quantum, sebutir atom 99,9% terdiri dari Ruang Kosong. Bila diibaratkan sebuah lapangan sepakbola maka sebutir atom terdiri dari partikel-partikel inti atom atau nukleus (Proton dan Neutron) sebesar sebiji kecil kacang hijau di tengah lapangan bola tadi lalu dikitari dengan kecepatan cahaya oleh elektron yang memutari lingkaran luar lapangan bola tadi.

Jadi dari sebutir atom sama sekali tidak ada kepadatan. Yang ada hanya getaran energi frekwensi elektron atau gelombang energi yang berputar dalam sebutir atom. Sedangkan Elektron dan Neutron itu juga bukanlah kepadatan tetapi getaran energi frekwensi. Atom tadi terdiri lagi dari partikel sub atom yaitu Elektron, Proton dan Neutron. Yang kemudian terdiri lagi dari Quantum, Quarks, Leptons, Positron  bagian yang terkecil dari sebutir atom atau seluruh benda yang ada di alam semesta.

Kumpulan atom menjadi molekul dan lalu membentuk sel lalu materi yang bisa dilihat, didengar, diraba/ disentuh, dikecap dan dicium oleh panca indera kita. Karena keterbatasan kemampuan indera maka kita melihat seolah-olah benda tersebut padat. Padahal yang terjadi ialah benturan elektron dari sel-sel jari kita yang menyentuh kumpulan/awan elektron-elektron benda “padat” tersebut. Jadi secara hakiki semua benda yang terlihat atau dapat di tangkap oleh panca indera kita adalah benda yang semu tanpa kepadatan sama sekali. Itulah realitas ilmiah tentang benda yang ada diseluruh universal.

Bila kesadaran kita menyadari akan benda-benda atau realitas disekitar kita sebagaimana hakikat sebenarnya, maka kita akan lebih bersyukur akan keajaiban alam semesta yang diciptakan dan diatur dengan maha teliti dengan hukum-hukum tertentu (seperti gravitasi dan hukum fisika lainnya) oleh Allah SWT.


Mar 16
Ayam

Ayam


Mar 14

Surat Fush-Shilat ayat ke 53 (QS 41:53) berbunyi:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami pada segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri,…”

Kemudian pada surat Adz Dzariyaat ayat 20-21 QS 51:20-21):
“dan di Bumi ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi yang yakin. Dan (juga) pada diri kamu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan.”

Dan surat Ar Ra’du 11 (QS 13:11):
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”


Ringkasnya, rangkaian ayat-ayat diatas dapat disimpulkan sebagai suatu petunjuk,
“Wahai manusia, kenalilah dirimu sendiri, kenalilah alammu, kenalilah Tuhanmu, kenalilah masamu dan masyarakat serta sejarahmu supaya engkau mengenali siapakah dirimu itu, darimanakah engkau berasal, mau kemanakah engkau akhirnya, dan ngapain di dunia ini.”


Mar 12
“Man Arofa Nafsahu, Faqod Arofa Robbahu” (Yang Mengenal Dirinya, Akan Mengenal Tuhannya) dengan variasi pengungkapan yang mengejutkan misalnya “Inni Anallahu, Rabbul ‘Aalamin” (QS 28:30) dalam kisah Nabi Musa a.s di Al Qur’an, “Ana al-Haqq (Akulah al-Haq)” oleh al-Hallaj, ”Subhani (mahasuci Aku)” oleh Abu Yajid Al Busthami, atau “’Abd Allah (hamba Allah)” atau hakikat Maqomat Tanpa Nama sebagai titik awal dan akhir perjalanan tauhid seorang manusia yang menelusuri jejak-jejak penciptaannya (QS 57:3) yang tidak lain adalah Modulus 3 terhadap bilangan 6 alias “nol tapi kosong”. Namun “NOL dengan ISI” dimana isinya adalah Pengetahuan Tuhan yang menetap didalam Qalbu sebagai al-Mu’minun yang menjadi al-Mu’min (Qs 48:4). Ketika perjalanan ini dilalui, maka awal dan akhirnya sejatinya tersembunyi sebagai rahasia mi’raj nabi Muhammad SAW yang menjadi syahadat “Laa ilaahaa illaa Allah, Muhammadurrasulullah”, dan kehidupan manusia tidak lebih dari ketenangan dengan sadar untuk menyaksikan dan mengaktualkan Jamal dan Jalal Allah sesuai dengan zamannya.”

Feb 23
“Sidratul Muntaha - Taman Bunga Cinta Kasih Ilahi - tempat dimana para kekasih menanamkan tanda cinta-Nya. Maka ia tanamkan benih-benih bunga cintanya disana menjadi bagian dari Para Pecinta yang telah menjadi penghulunya. Ketika kegembiraan, takut dan harap, kerinduan dan cinta, ridha dan kepasrahannya, meluruhkan semua hasrat dirinya, iapun terfanakan dan terbaqakan dipelukan Kemahaagungan dan Kemahaindahan Cinta Ilahi. Kemudian, belaian Kemahalembutan-Nya mengagetkannya: “Akulah Cinta”.”

Feb 19
Ustad Umbu Landu Paranggi. Denpasar, 19 Pebruari 2012, pukul 00:12 - 02:35 WITA.

Ustad Umbu Landu Paranggi. Denpasar, 19 Pebruari 2012, pukul 00:12 - 02:35 WITA.


Feb 15

Intuisi

Intuisi muncul secara tiba-tiba, pengambilan keputusan dari analisa yang tidak didasarkan perhitungan, melainkan peRASAan. Intuisi bisa datang dengan sendirinya, tanpa ada alasan yang kuat guna mendukungnya. Intuisi lebih cenderung tidak berdasarkan fakta, melainkan berdasarkan apa yang dirasakan dari sebuah subyek atau obyek.

Orang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas bisikan ‘hati nurani’ (intuisi) daripada otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi keputusan final umumnya muncul dari perasaan

Manusia terkadang merasa bisikan “hati nurani” (intuisi) sulit untuk didapat atau didengar, karena otak dibuat pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan

Mengandalkan Intuisi semata juga dapat menjebak. Melakukan langkah-langkah tanpa bermain Logika sama saja bunuh diri. Yang diperlukan adalah mensinergikan antara Intuisi dan Logika.

Pada dasarnya Intuisi yang baik lahir dari kepingan-kepingan Logika. Logika didasari oleh pemikiran kemudian menyentuh hati atau perasaan dalam pengambilan keputusan, kemudian yang berperan adalah Intuisi.


Jan 27
“Falsafah “Hidup ini hanyalah sekedar mampir minum”, terkadang karena kita kurang terampil untuk menghayati wisdom ini dengan nyata, maka nasihat pengantar kejayaan ini lambat laun ditinggalkan orang. Padahal jika kita mau bersikap lebih terbuka, relaks,dan ‘membiarkan’ otak agar berfungsi otomatis sesuai fitrahnya,maka tuntunan ilahi itu menjadi lebih mudah diterapkan”

Jan 22
Chiayi, Taiwan Selatan. 16 Oktober 2011

Chiayi, Taiwan Selatan. 16 Oktober 2011