..:: Jalan Setapak ::..
perhatikan setiap langkahmu, terjagalah atas peristiwa dihadapanmu, jalan setapak hidupmu kan kau lalui
Maha suci Allah yang menciptakan cahaya Maha suci Allah yang menciptakan cahaya yang paling cahaya
Cahaya yang sebenar-benarnya cahaya
Cahaya yang berasal dan terbuat dari maha cahaya-Nya sendiri
Maha suci Allah yang menciptakan Nur Muhammad
Yang memancarkan cahaya terpuji itu dari pusat mata cahaya-Nya sendiri
Yang karenanya maka Ia bersukaria menciptakan semua yang lainnya
Jagat raya alam semesta serta segala makhluk yang amat sangat indahnya
Maha suci Allah yang menciptakan makhluk bernama kerinduan
Maha suci Allah yang memperjalankan hamba-hambaNya di jalan kerinduan
Maha suci Allah yang memecah diri-Nya kemudian menyatukannya kembali
Maha suci Allah yang menggagas hakiki perjuangan Ialah lelaku kehidupan yang kenikmatannya tak tertandingi
Yang bernama jihad tauhid, Ahad, Muwahhid, Wahid, Ahad Meluas kemudian menggumpal, menyebar kemudian menyatu kembali.
Ketika simbol dasar dilogikakan untuk dipahami manusia maka Pengetahuan Tuhan diikat dengan pemahaman manusia dan dihimpun menjadi suatu konsep yang disebut hari ini sebagai Bilangan. Di zaman dulu teori bilangan yang disempurnakan oleh Phytagoras dan Euclids kemudian dirumuskan sebagai model untuk memahami fenomena dengan citarasa dan kaidah logis yang berkembang di kemudian hari sebagai aritmatika, geometri, dan matematika. Karena itu, matematika serta pernak-perniknya sebenarnya sangat fundamental dalam pendidikan manusia supaya logikanya mengalir sesuai dengan apa yang dilihat dan tampil dirasakan (yaitu cahaya matahari dan ikatan medan gravitasi sebagai superunifikasi pesan Tuhan yang fundamental). Setelah bilangan, maka susunan simbolik logis itu kemudian dinyatakan dengan citarasa pemahaman dengan huruf sebagai cikal bakal Bahasa dan komunikasi masal.
Dengan munculnya bahasa, kaidah logis kemudian dimaknai lebih mendalam dimana makna yang diartikulasikan dengan lidah dan huruf menjadi kata dan kalimat yang mencerminkan citarasa yang dinyatakan bagi kepentingan bersama yaitu suatu kaum dan akhirnya suatu bangsa. Penularan pun dilakukan dengan cara yang lebih mudah yaitu dengan pembelajaran dan pendidikan.
Rumah Rayya
SALAM (Sanggar Anak Alam) meyakini bahwa pengetahuan yang abadi adalah yang ditemukan dalam peristiwa, dan Rayya salah satu peristiwa yang dialami oleh orang-orang SALAM, maka harus diabadikan. Ya ini yang bisa saya lakukan untuk memberi tanda, dan tetap menyalakan lentera harapan. -Toto Rahardjo


